Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2021

Cerita Legenda "Coban Rondo" Air Terjun Janda Yang Makin Indah Mempesona

Jakarta - Kata coban berarti air terjun. Sementara rondo berarti janda. Karena namanya itu, air terjun Coban Rondo sarat dengan legenda yang berkembang di tengah masyarakat setempat. Air terjun ini berlokasi di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Jaraknya sekitar 31 kilometer dari pusat kota Kota Malang atau sekitar satu jam perjalanan darat dengan mobil. Legenda air terjun ini berawal dari sepasang pengantin baru bernama Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi dan suaminya Raden Baron Kusuma dari Gunung Anjasmara. Setelah usia pernikahan mencapai 36 hari atau dikenal dengan istilah selapan, Dewi Anjarwati mengajak suaminya berkunjung ke Gunung Anjasmara. Keduanya sempat dilarang pergi oleh orang tua. Namun mereka tetap bersikeras melanjutkan keinginannya. Hingga akhirnya, sesampainya di tengah jalan, pasangan suami istri itu bertemu dengan Joko Lelono. Joko Lelono yang tidak jelas asal usulnya terpikat dengan kecantikan Dewi Anjarwati. Ia berusaha untuk merebut Dewi Anjarwati...

Mengenal Suku Samin Dan Kisah Perlawanan Kolonial Belanda Tanpa Kekerasan

Jakarta - Samin adalah suku yang mendiami wilayah pedalaman Blora, Jawa Tengah. Suku ini dikenal akan kehidupannya sebagai petani padi di sekitar Pegunungan Kendeng. Dilansir dari "Samin: Bahasa Persaudaraan dan Perlawanan"karya Hari Bakti Mardikantoro, kata Samin berasal dari nama tokoh masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut. Asal-usul suku Samin Samin Surosentiko adalah keturunan Adipati Brotoningrat, bupati yang memerintah Kabupaten Sumoroto atau yang kini dikenal sebagai Tulunganggung pada 1802-1826. Samin Surosentiko lahir pada tahun 1859 di Desa Ploso Kediran, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, dengan nama Raden Kohar. Sang ayah, Samin Sepuh, merupakan seorang yang berjasa dalam membantu orang-orang miskin di daerah Bojonegoro , Jawa Timur. Samin Sepuh memiliki nama asli Raden Surowijaya. Ia merupakan keturunan ningrat yang memutuskan untuk menjalani hidup dengan lebih merakyat. Kebenciannya pada pemerintah Hindia Belanda membuat Raden Surowija...

Diguncang Sebanyak 2 kali, Warga Palu di Minta Waspadai Gempa Susulan

Jakarta - Gempa bermagnitudo (M) 4,1 mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, siang tadi. Gempa terasa kencang hingga warga berhamburan keluar dari rumah. Kekuatan gempa dirasakan sedang oleh warga di Kabupaten Sigi. Warga di Kabupaten Sigi juga panik dan keluar dari rumah. Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan gempa terjadi hari ini (10/7/2021) pukul 14.57 waktu setempat. Meski gempa dirasa kencang hingga membuat warga panik, BPBD Palu mengatakan belum ada laporan kerusakan rumah warga. BPBD Palu hingga saat ini masih memantau situasi di lapangan dan melaporkan kondisi sudah mulai kondusif. Sementara itu, BMKG menginformasikan criterion gempa M4,1 dengan pusat gempa berada di darat 9 kilometres arah selatan Kota Palu. Gempa berkedalaman 7 kilometres. BMKG juga melaporkan gempa tidak berpotensi tsunami. Selang satu jam setelahnya, tepatnya pukul 16.36 waktu setempat, BMKG melaporkan adanya gempa susulan dengan magnit...