Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2021

Mengetahui Kaiasr Hirohito, Seorang Yang Berpengaruh Saat Perang Dunia ke 2

jakarta - Perannya sentral sekaligus kontroversial. Di masa Perang Dunia II , dia membawa Jepang ke situasi baru yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dialah Kaisar Hirohito (1901-1989), yang dikenal secara anumerta sebagai Showa. Hirohito adalah kaisar Jepang selama Perang Dunia II dan raja terlama di Jepang dalam sejarah. Dilansir Atomic Heritage, Hirohito lahir di Tokyo pada masa pemerintahan kakeknya, kala masa transformatif di Jepang yang dikenal sebagai Periode Meiji. Ayahnya naik tahta pada tahun 1912. Ia menikah pada tahun 1924 dan menjadi kaisar pada tahun 1926, setelah menjadi wali untuk ayahnya. Kaisar dianggap oleh banyak orang sebagai sosok dewa, sebuah ideologi yang didukung sekte Buddha dan Shinto di Jepang. Bangsa dan ras Jepang juga dipandang sebagai pilihan dan perlindungan ilahi, atau dikenal dengan konsep "Kodo". Kodo mempromosikan subordinasi individu kepada negara dan mendorong ekspansi imperialis. Pemerintah Hirohito menganjurkan filosofi ...

Mengetahui Kisah Juan Carlos 1, Mantan Raja Spanyol

Jakarta - Mantan Raja Spanyol Juan Carlos, punya nama lengkap yang panjang: Juan Carlos Alfonso Victor María de Borbon y Borbon. Tak hanya nama aslinya yang panjang, tapi juga perjalanan hidupnya. Pria kelahiran Roma, 5 Januari 1938 ini menjadi raja Spanyol dari 1975 hingga 2014. Ia naik takhta Spanyol dua hari setelah kematian Francisco Franco. Juan Carlos berperan penting dalam transisi damai Spanyol menuju demokrasi. Dilansir Britannica, Juan Carlos adalah cucu raja terakhir, Alfonso XIII, yang meninggalkan Spanyol pada tahun 1931. Alfonso XIII meninggal di pengasingan 10 tahun kemudian, setelah melepaskan haknya pada putra ketiganya, Don Juan. menikah dengan María de las Mercedes de Borbón y Orleans, dan putra sulung mereka adalah Juan Carlos. Juan Carlos menghabiskan tahun-tahun awalnya di Italia. Dia pertama kali datang ke Spanyol pada tahun 1947 untuk pendidikannya. Pada tahun 1955 Juan Carlos memasuki Akademi Militer Umum di Zaragoza dan kemudian menghadiri Sek...

Mengenal Sosok Djoewariyah, Sang Veteran Srikandi Palang Merah Indonesia Pada Zaman Penjajahan

Jakarta - Berbalut seragam professional kebanggaan, lengkap dengan topi dan pin bendera merah putih yang tersemat. Wanita lanjut usia ini muncul dari bilik pintu rumah. Sambil tersenyum ramah, Ia berjalan kemudian duduk di sofa merah. Mengingat kembali kisah heroiknya sebagai srikandi Palang Merah Indonesia saat zaman perjuangan. Usianya yang kini menginjak 88 tahun tak membuatnya lupa kejadian kala itu. Semua memori perjuangan sepak terjangnya masih tertanam jelas di ingatan Djoewariyah Soehardi. Yogyakarta, 19 Desember 1948 saat Agresi Militer II Belanda menjadi awal mula perjalan wanita yang kini akrab dipanggil Eyang Djoewariyah. Kala itu Belanda mulai melancarkan serangannya menyerbu hingga ke jantung kota. Pukul 5 pagi, suara belasan pesawat tempur dan ledakan keras terdengar dari lapangan udara Maguwo. Keadaan Kota Jogja kacau, ribuan penduduk harus mengungsi ke arah selatan. Namun, Djoewariyah yang kala itu masih remaja hatinya tersentuh untuk membantu prajurit...

Apa Itu Renaissaance Dan Kapan Itu Terjadinya? Berikut Selengkapnya

Jakarta - Sekitar abad ke 15-16 Masehi, Eropa mengalami zaman Renaissance Sebelumnya, wabah penyakit, krisis ekonomi, politik, pemikiran, memunculkan apa yang dinamakan "Dark Ages" atau Abad Kegelapan. Dilansir Britannica, Renaissance adalah titik balik dari itu semua. Pengertian Renaissance Renaissance berasal dari bahasa Perancis yang berarti kelahiran kembali. Ini jadi sebuah periode yang menandakan kelahiran kembali peradaban dan kebudayaan Eropa. Zaman ini ditandai dengan munculnya penghargaan terhadap etika, estetika dan rasionalitas. Krisis yang terjadi pada zaman Abad Kegelapan Eropa, yang disebabkan pembatasan berpikir, berpolitik, dan bersosialisasi sesuai doktrin gereja, berubah di period Renaissance Faktor Kemunculan Renaissance Dalam buku "Sejarah Eropa: Dari Eropa Kuno hingga Eropa Modern (2012 )" karya Wahyudi Djaja, terdapat beberapa faktor penyebab kemunculan Renaissance. Saat itu, pendidikan hanya diberikan pada sekolah gereja unt...

Mengenal Pormesa na Sampuludua, Sebuah Zodiak Batak Yang Menggunakan Kalender Batak

Jakarta - Saat berbicara tentang zodiak, sebagian masyarakat mungkin hanya mengetahui zodiak Yunani seperti Leo, Scorpio, dan Aquarius saja. Kendati demikian, ternyata Indonesia memiliki zodiak Nusantara, yakni zodiak Batak Pemandu Wisata Anjungan Sumatera (Anjungan Sumut) Taman Mini Indonesia Indah (TMII) bernama Gunin mengatakan, kalender Batak diperlukan untuk mengetahui zodiak Batak. "Harus pakai kalender Batak karena itu punya hitungan tersendiri,"kata dia saat ditemui kami di rumah adat Batak Toba di Anjungan Sumut TMII , Jakarta, Senin (13/9/2021). Mengutip buku Parhalaan Dalam Masyarakat Batak yang ditulis Kencana S. Pelawi, dan kawan-kawan (dkk) terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1992:88), Jumat (1/10/2021), kalender Batak juga disebut dengan Parhalaan. Parhalaan merupakan salah satu naskah kuno di kalangan masyarakat Batak yang dapat diartikan sebagai kalender atau penanggalan untuk mengetahui waktu, nama hari, dan nama bulan. Bagi masy...