Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2022

Cerita Sukarno Saat Menjadi Tawanan Dan 4 Orang Tentara Belanda

Jakarta - Bagaimana pimpinan Republik yang tertawan itu sempat mempengaruhi empat serdadu Belanda untuk mendukung perjuangan rakyat Indonesia. Sejak 19 Desember 1948, Presiden Sukarno resmi menjadi tawanan militer Belanda. Bersama Haji Agus Salim dan Sutan Sjahrir, Bung Karno lantas diasingkan ke Brastagi, sebuah kota berhawa sejuk. Di sana para tawanan politik itu ditempatkan dalam sebuah rumah besar, milik pemerintah Negara Sumatra Timur yang disebut sebagai Pesanggrahan. "Kami berada di dalam lingkungan kawat berduri dua lapis dan antara rumah kami dengan kawat berduri itu, enam orang (serdadu) pakai senapan mondar-mandir secara bersambung,"ungkap Sukarno dalam otobiografinya, Bung Karno Penjambung Lidah Rakjat Indonesia (disusun oleh Cindy Adams). Ketiga tawanan itu dipenuhi semua kebutuhan sehari-harinya oleh seorang pelayan bernama Karno Sobiran. Menurut kesaksian Sobiran kepada Muhammad TWH (jurnalis senior Medan), Bung Karno saat di Brastagi terlihat ra...