Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2021

Mengetahui Sejarah Gunung Merapi, Kisah Legenda Dan Mitologinya

Jakarta - Gunung Merapi merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di Jawa, bahkan di Indonesia. Riwayatnya kerap dikait-kaitkan dengan cerita rakyat atau mitologi Jawa yang bahkan masih dipercaya oleh sebagian orang hingga saat ini. Kendati begitu, sejarah Gunung Merapi sebenarnya bukan hanya sekadar legenda. Lereng selatan Gunung Merapi termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedangkan lereng lainnya merupakan bagian dari wilayah Provinsi Jawa Tengah, yaitu Magelang (sisi barat), Boyolali (utara dan timur), serta Klaten (tenggara). Ada perbedaan pendapat dari para ahli mengenai pembagian periodesasi sejarah Gunung Merapi Wirakusumah dan kawan-kawan dalam Geologic Map of Merapi Volcano Central Java (1989) membaginya menjadi dua fase besar, yakni fase Merapi Muda dan fase Merapi Tua. Sedangkan penelitian P. Berthommier berjudul "Volcanological Research study of Merapi (Central Java): Tephrostratigraphic and Chronology-Eruptive ...

Sumber Air Yang Mengalir Dari Payudara Patung Dewi Laksmi

Jakarta - Apa yang muncul di benak Anda saat mendengar nama Candi Sumber Tetek? Ya, sesuai namanya, di candi ini ada air mancur yang mengalir dari payudara Dewi Laksmi. Datanglah ke Pasuruan, Jawa Timur, untuk melihatnya sendiri. Alkisah pada tahun 991 M, Raja Bali yaitu Udayana membuat sebuah candi di sebelah barat Gunung Pananggungan, Pasuruan, Jawa Timur. Nama candi itu adalah Petirtaan Jolotundo, dibangun untuk memperingati hari kelahiran anaknya yakni Airlangga . Nah, pada tahun 1009 M, Airlangga yang sudah dewasa membangun candi yang berdekatan dengan Petirtaan Jolotundo. Warga setempat menyebutnya Candi Belahan, atau Candi Sumber Tetek. Dinamakan begitu karena terdapat arca Dewi Laksmi yang mengeluarkan air dari payudaranya. Dewi Laksmi dan Dewi Sri adalah istri Prabu Airlangga. Arca keduanya melambangkan kesuburan. Candi ini sangat sejuk, dengan lanskap hijau yang mendominasi pandangan. Sebagian besar candi berukuran sekitar 5x5 m, dibuat dari susunan bata me...

Melihat Sumur Kuno, Sumur Peninggalan Nabi Sulaiman Yang Dibuat Oleh Jin

Jakarta - Semua nabi yang diturunkan Allah SWT kepada umatnya masing-masing memiliki keistimewaan dan mukjizat. Tak terkecuali Nabi Sulaiman AS yang memiliki mukjizat mampu berkomunikasi dengan makhluk lain selain manusia. Nabi Sulaiman merupakan raja dari Kerajaan Bani Israil. Dia juga merupakan raja dari segala makhluk, termasuk bangsa jin, setan, dan binatang. Firman Allah dalam Al-Qur' an surat Al-Anbiya ayat 82 menyebutkan, "Dan (Kami tundukkan pula kepada Sulaiman) segolongan setan-setan yang menyelam ( ke dalam laut ) untuknya dan mereka mengerjakan pekerjaan selain itu; dan Kami yang memelihara mereka itu." Sementara dalam surat Saba dijelaskan para jin itu bekerja untuk Nabi Sulaiman membuat gedung-gedung yang tinggi, patung-patung, dan piring-piring besar. Nabi Sulaiman juga diberi mukjizat melunakkan tembaga. Salah satu pembangunan yang dilakukan oleh bangsa jin atas perintah Nabi Sulaiman adalah ratusan sumur di Desa Laynah, sebelah utara Arab S...

Mengenal Sosol Mbah Oden, Sang Pengrajin Blangkon Keraton Yang Legendaris

Jakarta - Bak merajut mahkota, Choirudin yang kerap disapa Mbah Oden menyelesaikan pesanan Blangkon di rumahnya. Mbah Oden merupakan satu dari sekian pengrajin Blangkon di Yogyakarta yang paling tua usianya. Di usia senjanya ia masih lihai merajut simbol kehormatan pria Jawa ini. Saat ini Mbah Oden menginjak usia 72 tahun, setelah lebih dari setengah abad bergelut dengan ratusan ribu Blangkon lewat kedua tangannya. Melihat Blangkon secara langsung teringat dengan penutup kepala yang dipakai para Abdi Dalem Keraton Yogyakarta . Mbah Odenlah yang menjadi pengrajinnya. Tiap tahun, ribuan buah Blangkon selalu berakhir dipakai para Abdi Dalem dalam melaksanakan tugas hariannya. Tak berhenti sampai di sana, bahkan Blangkon Mbah Oden mampu terbang ke Jepang, Korea, dan Suriname, Amerika Selatan. Selain itu pejabat dan artis Ibukota juga mengakui kualitas Blangkon buatan Mbah Oden. Mbah Oden mulai membuat Blangkon tepat pada tahun 1965 saat usianya genap 17 tahun. Ia merupakan...