Melihat Sumur Kuno, Sumur Peninggalan Nabi Sulaiman Yang Dibuat Oleh Jin
Jakarta - Semua nabi yang diturunkan Allah SWT kepada umatnya masing-masing
memiliki keistimewaan dan mukjizat. Tak terkecuali Nabi Sulaiman AS yang
memiliki mukjizat mampu berkomunikasi dengan makhluk lain selain
manusia.
Nabi Sulaiman merupakan raja dari Kerajaan Bani Israil. Dia juga
merupakan raja dari segala makhluk, termasuk bangsa jin, setan, dan
binatang.
Firman Allah dalam Al-Qur' an surat Al-Anbiya ayat 82 menyebutkan, "Dan (Kami tundukkan pula kepada Sulaiman) segolongan setan-setan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mereka mengerjakan pekerjaan selain itu; dan Kami yang memelihara mereka itu."
Sementara dalam surat Saba dijelaskan para jin itu bekerja untuk Nabi Sulaiman membuat gedung-gedung yang tinggi, patung-patung, dan piring-piring besar. Nabi Sulaiman juga diberi mukjizat melunakkan tembaga.
Salah satu pembangunan yang dilakukan oleh bangsa jin atas perintah Nabi
Sulaiman adalah ratusan sumur di Desa Laynah, sebelah utara Arab Saudi.
Mengutip dari Al Arabiya, seorang sejarawan dan peneliti Arab Saudi,
Hamad Al Jasser mengatakan Kota Laynah pernah disinggahi Nabi Sulaiman
ketika ia hendak melakukan perjalanan dari Yerusalem untuk menaklukkan
Yaman.
Di Kota Laynah ini, konon Nabi Sulaiman memerintahkan pasukan jin untuk
membangun sumur-sumur yang di bawahnya terdapat mata air. Pembangunan
sumur dilakukan karena tentara Nabi Sulaiman kelelahan dan kehausan.
Dikisahkan bahwa dalam perjalanan dari Yerussalem untuk menaklukkan
Yaman, Sulaiman dan tentaranya termasuk para jin, dilanda kehausan
hebat. Sementara persediaan air mereka sudah habis.
Uniknya salah satu dari mereka yang bernama Sabthar tertawa sembari
mengatakan bahwa di bawah kaki mereka ada mata air.
Tentu hal itu
membuat Nabi Sulaiman kaget. Nabi Sulaiman kemudian memerintahkan kepada para tentaranya untuk
menggali sumber air tersebut. Dengan kuasa Tuhan, 300 sumur kemudian
bisa dibangun dan sumber air ditemukan di bawahnya.
Namun Al Jasser menyebut, dari ratusan sumur itu, kini hanya tersisa
sekitar 20 sumur. Menghilangnya sumur-sumur bersejarah ini karena adanya
erosi sehingga tanah terus tergerus. Tak hanya itu, keberadaan sumur ini pernah disebutkan oleh pakar
geografi dan sejarawan Abad Pertengahan, yaitu Yaqut al-Hamawi dalam
kitabnya Mu'jam al-Buldan.
Sumur jin Nabi Sulaiman atau disebut juga Gua Jin Sulaiman yang ada di Desa Laynah itu kini menjadi objek wisata religi. Laynah sendiri termasuk destinasi yang ramai dikunjungi oleh para wisatawan karena keunikan dan kekayaan sejarahnya.
Para wisatawan yang berkunjung ke Arab Saudi banyak yang sengaja mampir ke Kota Laynah. Mereka datang ingin melihat langsung kondisi sumur tersebut dan kisah di balik pembuatan sumur berumur ribuan tahun lalu tersebut.
Namun, secara logika, melihat kondisi tanah di Desa Laynah yang keras
dengan tekstur batu-batu cadas, mustahil bagi manusia siapa pun untuk
menggali tanah di sana dan membuat sumur dengan sangat dalam.
Meski demikian sumur dan Kota Laynah menjadi hal penting dalam
pembuktian peninggalan Nabi Sulaiman, sekaligus bukti kekuasaan Allah
SWT.
Komentar
Posting Komentar